Redenominasi Rupiah

8.8.10 by Admin · 1 comments

redenominasi
Redenominasi Rupiah - Akhir-akhir ini sering kita dengar dan lihat di berbagai media massa yang memberitakan wacana Bank Indonesia (BI) tentang redenominasi mata uang rupiah di Indonesia.

Lantas apa sih yang dimaksud dengan 'redenominasi' ini? Menurut Gubernur Bank Indonesia terbaru, Darmin Nasution, redenominasi adalah penyederhanaan penyebutan satuan harga maupun nilai mata uang. Artinya, pecahan mata uang disederhanakan tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut. Misalnya, Rp 10.000 menjadi Rp 10, Rp 1.000 menjadi Rp 1, dan seterusnya. Tapi, nilai uang sebelum dan sesudah redenominasi itu sama.

Masyarakat nanti bisa pergi ke bank untuk menukarkan uang lama sebesar Rp 1.000 dengan uang baru Rp 1. Sedang jika menukarkan uang lama Rp 100.000 akan diganti dengan uang Rp 100. Nilai keduanya sama. Untuk uang baru, BI berencana menuliskan kata "uang baru" di kertas uang. Untuk pecahan kecil, maka akan ada uang baru berupa koin atau logam dengan pecahan sen.

Untuk pembelian barang, nantinya sebuah barang akan diberi dua label harga. Contohnya, baju yang saat ini seharga Rp 100.000, akan ditempeli label tambahan "harga dengan uang baru Rp 100". Apabila seseorang membeli baju tersebut dengan uang lama, maka dia harus membayar senilai Rp 100.000. Tapi, jika membayar dengan uang baru, maka dia membayar senilai Rp 100.

Itulah pengertian singkat dari redenominasi rupiah yang bikin heboh masyarakat saat ini. So, bagaimana pendapat anda dengan wacana pemerintah ini?

comments

1 Responses to "Redenominasi Rupiah"
andri said...
February 1, 2011 9:32 PM

hi juga. Kalau penyerdehanaan sih udah banyak yang melakukan. tiap hari aku mencatat keuanganku tanpa 000. Tiap bayar PAM kasirnya suka meredonimasi juga, misalnya, tagihan Rp. 34.850 dia sebut tigapuluhlima. yang aku ga paham adalah penjelasan beberapa narasumber, yang bilang al. "... kan turis asing jadi gak repot , tadinya megang 1 lembar $100 jadi megang 10 lembar Rp. 100.000 ...","...kan bagus, utang kita jadi kecil ..." Nah, yang mau diuntungkan itu orang asing atau rakyat? Terus maksudnya apa sekedar gagah2an atau ekonomi pencitraan se-akan2 hutang turun, padahal uang ditangan kan juga turun. Apa mau selingkuh, hutangnya diredenominasi tapi uang di tangan tidak .
Layak diperhatikan bahwa program ini juga ada biayanya dan pasti gak kecil. Apakah tidak lebih baik anggarannya dipakai untuk program yang lebih nyata dan memperbaiki ekonomi rakyat yang lama kelamaan akan memperbaiki nilai tukar rupiah juga. siapa tahu dengan begitu dalam 10 tahun tercapai nilai tukar $1=Rp 1000 dan tidak perlu lagi mencetak uang Rp. 100.000 tanpa menjalankan redenominasi.
Kalau komentar iseng pehobi gem Fowlwords, redenominasi bisa jadi
Redemonasi, yaitu negara menjadi demon karena menjalankan program yang demonic.
Redonasi, alias rakyat minta BLT lagi atau donasi yang lain
Demo nasi ketika yang tidak kebagian BLT juga kesulitan.
Makasih.


Post a Comment

Hi.. thanks for visiting my blog. You can leave your comment here